Asuransi Itu Penipu? YA atau TIDAK....Bagaimana Menurut anda?

Benarkah! 
Cukup banyak juga teman saya sendiri yang terjun menjadi agen prudential. Kebanyakan sih dari mereka dibawah Perusahaan Asuransi yang Besar. Misalnya saja Prudential, Allianz, Manulife, 3 CAR dan lainnya. Setiap ada kesempatan mereka pasti menawarkan produknya baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kadang-kadang bosan. Bukan menyalahkan mereka, namanya juga mau membantu konsumen untuk perlindungan dan investasi. Begitu katanya. 

Bukan rahasi lagi, bagaimana manisnya Perusahaan asuransi melalui Maketingnya menawarkan produknya tetapi pahit dan sangat sulit untuk diklaim. Bukan rahasian juga bahwa sudah banyak korbannya. 

Begitu sebaliknya, beberapa ada pemberiaan di media sosial yang merasa bahwa dirinya ketipu sama asuransi. Lalu marah-marah di media sosial. 

Jadi benarkah Asuransi Itu Penipu?
Menurut saya sendiri tidak ada. Mungkin yang menipu MARKETINGNNYA agar barang dagangannya cepat terjual. Bisa saja si agen tersebut belum menjual satu Polis. Sehingga ia menghalalkan segala cara untuk menjual produknya. Disinilah sang Agen bermain kata-kata tanpa memperdulikan akibatnya dibelakang. Jika calon nasabah tidak hati-hati, pasti akan menjadi korban selanjutnya. 

Sebenarnya, dari kasus-kasus yang saya baca dari berbagai sumber. Ujung-ujungnya terjadi kesalahan di nasabahnya. Disinilah kita sebagai calon nasabah, jangan terlalu cepat percaya dengan iming-iming dari agen asuransi. Pelajari dengan sangat jelas. Lihat juga siapa agennya? Tanyakan, minta nomor izinnya, lalu tanyakan ke perusahaannya. Saat ini apa pun bisa dipalsukan, loh. 
Asuransi Itu Penipu? YA atau TIDAK....Bagaimana Menurut anda?
Setelah semua itu bisa membuat anda yakin, tanyakan semua penjelasan dari ketentuan isi polis. Bila perlu minta copyan dari polis tersebut. Kemudian bawa pulang, pelajari satu persatu. Tulis apa yang kira-kira anda tidak mengerti dari isi polisnya, untuk ditanyakan kembali pada si penjual. Lihat sendiri apa reaksinya si salesnya, apakah sedikit kesal atau sabar menjelaskan. Berikan penilaian sendiri. 

INGAT, asuransi itu bukan barang yang bisa dipegang seperti rumah atau emas. Ini sifatnya dirasakan dalam bentuk perlindungan atau investasi. Dimana bermafaat ketika kita dalam keadaan sakit atau kecelakaan.

MEMANG, setiap asuransi selalu menawarkan manfaat perlindungan jiwa, kesehatan, pendidikan dan lainnya. TAPI disini juga kita harus hati-hati dan teliti. Jangan kita berpikir setiap sakit pasti dilindungi oleh asuransi. PERLU juga anda menanyakan kepada si agen, apa saja jenis SAKIT yang dilindungi. Misalnya hanya DEMAM, apakah juga akan dibayarkan pihak asuransi. LALU untuk OPERASI, seberapa besar jumlah yang ditanggung mereka. Contohnya : Anda harus Operasi dengan perkiraan dana sebesar Rp 50 juta. Mungkin saja pihak asuransi hanya menanggung dana sebesar Rp 35 juta. Berarti sisanya anda harus menanggung sendiri. 
Saya pernah juga membaca di facebook yang merasa ditipu oleh prud***. Waktu itu dia mengalami kecelakaan, lalu dia menelepon agen yang menawarkan asuransi tersebut. Tapi tidak bisa lagi. Ditelepon pihak asuransi tidak ada respon. Maka karena biaya Operasinya mahal, ia mengurungkan niat operasi dan menunggu lama di rumah sakit. Beberapa bulan kemudian, ia pergi ke kantor asuransi itu. Ia menceritakan kronologisnya. Anehnya, dengan alasan sederhana mereka menjawah bahwa agen yang mengurusinya sudah keluar. 
LALU, Kalau Marketingnya KELUAR kenapa emangnya? Apa bedanya coba? (tanyakan kepada perusahaan jika terjadi kasus seperti ini) Jangan malah dijadikan alasan untuk tidak membayar klaim kita. ANDA SEHAT?

Nah, yang menjadi pertanyaan. Apakah biaya yang kita keluarkan selama di rumah sakit bisa diklaim kembali? Jawabannya tanyakan sendiri pada mereka. Kita sebagai calon nasabah perlu juga membaca kasus-kasus seperti ini. Untuk ditanyakan kepada mereka dan sebagai pembelajaran agar kelak ketika membeli polis tidak merasakan apa yang dirasakan para mantan. Saya disini bukan menghakimi Perusahaan asuransi itu PENIPU, anda tidak perlu membelinya. TIDAK! Menurut saya sendiri, asuransi itu penting. Asalkan sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan. Satu lagi, MENGERTI tentang ASURANSI.  

DALAM asuransi itu, ada namanya asuransi RIDER (tambahan). Misalnya: umumnya penyakit kronis itu tidak ditanggung oleh asuransi. Jadi anda harus membeli asuransi tambahan khusus itu (contoh untuk penyakit jantung). Sejujurnya Asuransi itu RUMIT. Jadi harus benar-benar dipelajari dulu baru memutuskan MEMBELI. Janganlah coba-coba dalam satu pertemua dengan Marketingnya langsung TEKEN Polis. Kebanyakan kasus seperti itu, korbannya pasti si Nasabah. 

Contoh Kasus anaknya Musisi Ahmad Dhani. Yang katanya Klaimnya ditolak oleh Asuransi Prudential. Memang dalam isi perjanjian polis, disebutkan bahwa Prudential tidak membayar klaim karena melanggan hukum. Dalam hal ini, anaknya Ahmad Dhani membawa mobil tanpa SIM dan melakukan kecelakaan pula yang mengakibatkan terjadinya kehilangan nyawa. Nah, DISINILAH Prudential menggunakan Ketentuan tersebut untuk tidak membayarkan klaim. 

Tapi saya juga harus mengakui bahwa banyak orang yang telah terbantu dengan adanya Asuransi Swasta. Sehingga banyak juga bukti bahwa Perusahaan Asuransi itu membayarkan sesuai klaim. 

INGAT - INGAT! 
Asuransi itu berpatokan pada KETENTUAN, PERJAJIAN dalam POLIS. Asuransi itu bukan Lembaga Sosial. Dimana ketika anda meneteskan air mata, menangis meraung-raung, atau mau bunuh diri sekalipun tetap Klaim anda tidak akan dibayarkan. Karena disatu sisi mereka BENAR. Tidak ada gunanya. Mereka tetap saja berpatokan pada klausul di dokumen polis. ASURANSI itu PERUSAHAAN, yang banyak karyawannya, yang butuh makan juga dan banyak lagi.

ADA lagi namanya Asuransi Unit Link. Disini anda harus SANGAT SANGAT SANGAT Hati hati. Jangan cepat percaya dengan iming-iming investasi miliaran rupiah setelah beberapa tahun. PERTAMA, Investasi itu JANGKA PANJANG. 

Yang BELUM PAHAM dengan asuransi UNIT LINK, dimana setoran premi kita dibagi menjadi 2 alokasi. Yaitu satu untuk PROTEKSI dan satu lagi untuk INVESTASI. Nah disini biasanya pembagian antara 2 premi tersebut harus ada DISKUSI antara AGEN dan NASABAH. 

Misalnya Jika nasabah membayar premi sebesar Rp 500 ribu per bulan, maka pertahun menjadi Rp 6 juta. Jadi yang 6 juta ini dibagi dua.
5 Juta untuk asuransi dan 1 juta untuk investasi
4 Juta untuk asuransi dan 2 juta untuk investasi.
Pilihannya terserah pada anda. Sebaiknya minta ilustrasinya secara lengkap, minta marketingnya menjelaskan secara lengkap. TANYAKAN yang masuk dalam asuransi itu apa? Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan atau apa ?
asuransi unit link

Sebagai tambahan info, bahwa setiap tahun mulai tahun pertama hingga kelima ada biaya akuisisi yang harus anda bayar. Ini dipotong dari uang anda tersebut. Biasanya 100% untuk tahun pertama, 60% tahun kedua, 15% tahun ketiga sampai tahun kelima. INGAT, biaya akuisisi ini BEDA-BEDA setiap Perusahaan asuransinya. Jadi nantinya anda tidak kaget nilau investasi anda berkurang. 

Tetapi coba tanyakan pada Marketingnya, berapa banyak peserta Asuransi Unit Link ini yang mendapatkan keuntungan sesuai yang mereka janjikan? Coba tanya siapa saja, biar kita telusuri orangnya. Mungkin saja ada, tetapi jangan-jangan mereka yang didalam perusahaan asuransi itu juga?

0 Response to "Asuransi Itu Penipu? YA atau TIDAK....Bagaimana Menurut anda?"

Posting Komentar