Investasi adalah Suatu bentuk penanaman modal yang tidak bisa dikonsumsi tetapi dapat dipergunakan di masa datang dengan harapan suatu saat bertambah/berlipat dari modal yang ditanam. Contoh investasi adalah pembelian berupa asset financial seperti obligasi, saham , asuransi. Tapi ada juga orang yang berinvestasi dalam bentuk emas, tanah, dan properti. Produk investasi lebih ke arah peningkatan aset dalam bentuk imbal balik dari dana yang kita investasikan. Pada dasarnya Investasi itu diperuntukkan kepentingan jangka panjang, jadi tidak bisa dipergunakan untuk kepentingan mendadak. Sebab umunya sudah ada periode waktunya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: Investasi merupakan penanaman uang pada suatu perusahaan atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Apakah Investasi selalu memberikan keuntungan?
Banyak orang berpikir yang namanya Investasi itu pasti memberikan keuntungan. Tidak semuanya beruntung. Bahkan dibandikan menabung di bank, Investasi jauh lebih berisiko. Karena dana itu bisa saja hilang. Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau ketertiban hukum.
Contohnya : Kita membeli sebuah aset dengan harapan di masa depan bisa memperoleh keuntunggan. Tapi ketika dijual kembali nilainya malah berkurang dari nilai sewaktu pembelian.
![]() |
| sumber img by BPR Gunung Rizki |
Jadi maksud kami disini adalah dalam berinvestasi agar hati-hati. Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana yang ada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama. Seorang investor yang ingin melakukan investasi, sebaiknya melakukan analisis terlebih dahulu sebelum menentukan keputusan investasinya. Ingat juga, Dalam Berinvestasi berlaku hukum bahwa semakin tinggi return yang ditawarkan maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung investor.
Lalu Apa Saja yang Perlu Dianalisa?
- Analisis Kondisi Makro Ekonomi - tingkat inflasi, transaksi berjalan, kurs/exchange rate (nilai tukar suatu mata uang negara terhadap mata uang negara lain), suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan lain-lain.
- Analisis Jenis Industri - Investor sebaiknya memilih industri yang paling punya prospek keuntungan. Misalnya Emas karena umumnya naik tiap tahun, tanah, dan properti lainnya. Pilihlah sektor dengan indeks bagus untuk investasi jangka panjang.
- Analisis Fundamental Perusahaan
- Rasio Likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
- Rasio Aktivitas, yaitu kemampuan serta efisiensi perusahaan memanfaatkan aktiva yang dimiliki atau perputaran (turnover) aktiva perusahaan.
- Rasio Utang, yaitu kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
- Rasio Profitabilitas, yaitu tingkat keberhasilan perusahaan menghasilkan keuntungan.
- Rasio Pasar, yaitu gambaran pasar menghargai saham perusahaan.
Jenis Investasi
Pada praktiknya, ada 2 jenis aset yang dapat diinvestasikan, yaitu:
Riil Investment Yaitu menginvestasikan sejumlah dana pada aset yang berwujud, seperti: tanah, emas, bangunan, dan sebagainya.
Financial Investment Yaitu menginvestasikan sejumlah dana pada aset finansial, seperti: deposito, saham, obligasi, dan sebagainya.
Jenis investasi
Ada berbagai jenis investasi :
- Tabungan dan Deposito
- Obligasi
- Saham/Stock
- Membuka usaha baru
- Properti
- Logam mulia
- Kolektibel
- Pasar Berjangka
- Reksadana
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan investor saat melakukan investasi diantaranya :
- Tidak memiliki rencana investasi yang jelas.
- Investor terkadang kurang sabar dan ingin segera menikmati keuntungan secepat mungkin padahal investasi adalah suatu program jangka panjang, jangan mengambil langkah yang emosional dan terlalu cepat.Tetapi mesti melakukan langkah-langkah yang terukur.
- Investor terkadang memperoleh informasi yang terlalu berlebih sehingga mengaburkan analisis yang telah baik yang diperoleh sebelumnya.
- Calon investor gampang terpengaruh akan keuntungan besar (rencana bisnis) yang menjanjikan kaya dalam sekejap (get rich quick scam).
Faktor-faktor yang Mempengerahui Investasi
- Tingkat Pengembalian yang diharapkan (Expected Rate of Return)
- Tingkat Bunga
- Ketersediaan Faktor-Faktor Produksi
- Peluang Pasar
- Iklim Usaha yang Kondusif
- Terjaminnya Keamanan dan Stabilitas Politik

0 Response to "MAU Investasi, BACA Dulu Ini"
Posting Komentar